← Materi๐Ÿ“– Ruang Bacaโฌ‡๏ธ PDF
SMK TEKNIK PEMESINAN

FreeCAD untuk Gambar Teknik Pemesinan

Muhammad Rifqi · Pendidikan Teknik Mesin · UNIMED

Daftar Isi

Kata PengantarBab 1 — Pengantar Gambar Teknik & FreeCADBab 2 — Standar Gambar TeknikBab 3 — Sketsa 2D dengan SketcherBab 4 — Proyeksi Ortografik (Sudut Pertama / Eropa)Bab 5 — Ukuran & ToleransiBab 6 — Pemodelan 3D dengan Part DesignBab 7 — Gambar Kerja dengan TechDrawBab 8 — Studi Kasus Komponen PemesinanBab 9 — AR Ukuran Asli & Proyek AkhirDaftar Pustaka

Kata Pengantar

Buku ini disusun sebagai bahan ajar bagi siswa SMK Program Keahlian Teknik Pemesinan untuk mempelajari gambar teknik dan desain berbantuan komputer (CAD) menggunakan FreeCAD — perangkat lunak yang gratis, legal, dan sumber terbuka.

Penyusunan buku mengikuti pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning / Mindful, Meaningful, Joyful Learning). Setiap bab disusun dengan alur Tujuan → Memahami → Mengaplikasi → Latihan → Refleksi, agar siswa tidak sekadar menghafal, tetapi memahami secara bermakna dan mampu menerapkannya pada pekerjaan nyata di bengkel.

Sebagai pelengkap, materi terhubung dengan media website yang memungkinkan siswa menampilkan hasil rancangannya dalam Augmented Reality (AR) ukuran asli. Semoga buku ini bermanfaat dan ikut memajukan pendidikan vokasi di Indonesia.

Medan, 2026
Penyusun

BAB 1Pengantar Gambar Teknik & FreeCAD

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

1.1 Gambar Teknik: Bahasa Industri

Di dunia pemesinan, sebuah benda tidak dapat dikerjakan hanya dengan kata-kata. Operator mesin bubut atau frais membutuhkan gambar teknik — bahasa gambar yang baku dan dipahami sama oleh perancang, pemeriksa, dan operator di seluruh dunia. Gambar teknik memuat bentuk, ukuran, toleransi, dan keterangan pengerjaan secara pasti dan tidak menimbulkan tafsir ganda.

Keterampilan membaca dan membuat gambar teknik adalah kompetensi inti siswa SMK Program Keahlian Teknik Pemesinan. Dahulu gambar dibuat manual di atas kertas; kini dunia industri memakai CAD (Computer-Aided Design). Belajar CAD sejak di sekolah membuat lulusan lebih siap kerja.

1.2 Mengapa FreeCAD?

FreeCAD adalah perangkat lunak CAD 3D sumber terbuka, gratis, dan legal. Berbeda dengan software berbayar atau bajakan, FreeCAD boleh dipasang di komputer sekolah maupun di rumah tanpa biaya dan tanpa melanggar hukum. Ini sejalan dengan prinsip pendidikan yang adil dan merata: setiap siswa berhak belajar dengan alat yang sama, di mana pun ia berada.

FreeCAD bersifat parametrik: setiap langkah (sketsa, tarik/pad, lubang/pocket) tersimpan dalam riwayat. Bila satu ukuran diubah, seluruh gambar ikut menyesuaikan otomatis — sangat menghemat waktu saat revisi.

1.3 Mengenal Antarmuka FreeCAD

Pekerjaan di FreeCAD dibagi ke dalam Workbench, yaitu kumpulan alat untuk tugas tertentu: Sketcher untuk sketsa 2D, Part Design untuk membentuk 3D, dan TechDraw untuk membuat lembar gambar kerja.

FreeCAD 1.1File Edit View Tools Macro Windows HelpWorkbench โ–พโ–ข โ—ฏ โŠฟ โŸฒ (ikon perintah)Modelโ–พ Dokumenโ–ธ BodySketchPadPropertiPanjang : 50Lebar : 30Area kerja 3D (tampilan model)โ‘  Toolbar & Workbenchx
Gambar 1.1 — Bagian-bagian utama antarmuka FreeCAD
  1. Buka FreeCAD, lalu File → New untuk membuat dokumen baru.
  2. Perhatikan empat bagian: menu & toolbar (atas), kotak pilihan Workbench, panel Model (kiri), dan area kerja 3D (tengah).
  3. Coba ganti-ganti pilihan Workbench dan amati ikon-ikon perintah yang berubah.
โœ๏ธ Latihan
  1. Sebutkan 3 perbedaan gambar teknik dengan gambar bebas/sketsa biasa.
  2. Jelaskan dengan kalimatmu sendiri apa itu Workbench.
  3. Buka FreeCAD dan temukan letak: menu File, kotak Workbench, panel Model.
๐Ÿง  Refleksi (Pembelajaran Mendalam)

Tuliskan jawabanmu di buku catatan โ€” sadari (mindful) apa yang kamu pelajari, kaitkan dengan pekerjaan nyata (meaningful).

BAB 2Standar Gambar Teknik

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

2.1 Ukuran Kertas, Garis Tepi, dan Etiket

Gambar kerja umumnya memakai kertas A4 (210 × 297 mm). Pada kertas dibuat garis tepi (border): sisi kiri 20 mm (untuk ruang penjilidan) dan sisi atas, kanan, bawah 10 mm. Di sudut kanan bawah diletakkan etiket (kepala gambar) yang memuat identitas gambar.

ETIKET2010batas tepi (border)A4 = 210 ร— 297 mm (tegak)
Gambar 2.1 — Tata letak kertas A4: garis tepi dan posisi etiket

Etiket wajib memuat: nama sekolah, nama penggambar, pemeriksa, judul gambar, skala, satuan, tanggal, nomor gambar, dan lambang proyeksi. Contoh etiket lengkap pada Gambar 2.2.

POROS BERTINGKAT SMK TEKNIK PEMESINAN (nama sekolah) Digambar (nama siswa) Diperiksa (guru) Dilihat (ketua jurusan) POROS BERTINGKAT Judul Gambar Skala 1:1 Satuan mm Tanggal โ€” No. 01 A4 Proyeksi
Gambar 2.2 — Contoh etiket (kepala gambar) A4 yang lengkap

2.2 Jenis-jenis Garis

Setiap garis memiliki arti. Penggunaan garis yang konsisten membuat gambar mudah dibaca dan menjadi salah satu butir penilaian penting.

Garis tebal kontinuGaris tipis kontinu (ukuran/bantu)Garis gores (tersembunyi)Garis strip-titik (sumbu)Garis tipis bebas (potongan)
Gambar 2.3 — Macam-macam garis pada gambar teknik
Tabel 2.1 — Jenis garis dan kegunaannya
Jenis garisWujudKegunaan
Tebal kontinuโ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”Garis benda (kontur) yang terlihat
Tipis kontinuโ€•โ€•โ€•โ€•โ€•โ€•Garis ukur, garis bantu, arsir
Gores (putus-putus)- - - - -Garis benda yang tersembunyi
Strip-titikโ€”ยทโ€”ยทโ€”ยทโ€”Garis sumbu / garis simetri
Tipis bebasโˆฟโˆฟโˆฟโˆฟBatas potongan sebagian

2.3 Skala

Skala adalah perbandingan ukuran gambar terhadap ukuran benda sebenarnya. Benda kecil digambar diperbesar, benda besar diperkecil, agar pas di kertas namun tetap jelas.

Tabel 2.2 — Skala standar pada gambar teknik
JenisContoh skala
Ukuran penuh (1:1)1:1
Pengecilan1:2   1:5   1:10   1:20
Pembesaran2:1   5:1   10:1
  1. Di FreeCAD gunakan Workbench TechDraw → Insert Page using Template dan pilih template A4 ber-etiket.
  2. Klik dua kali kolom etiket untuk mengisi Nama, Kelas, Tanggal, Judul.
  3. Pastikan satuan dalam milimeter (mm).
โœ๏ธ Latihan
  1. Gambarlah garis tepi A4 lengkap dengan etiket di buku gambarmu.
  2. Pasangkan jenis garis (Tabel 2.1) dengan fungsinya tanpa melihat.
  3. Sebuah poros panjang 600 mm akan digambar di A4. Skala berapa yang cocok? Jelaskan.
๐Ÿง  Refleksi (Pembelajaran Mendalam)

Tuliskan jawabanmu di buku catatan โ€” sadari (mindful) apa yang kamu pelajari, kaitkan dengan pekerjaan nyata (meaningful).

BAB 3Sketsa 2D dengan Sketcher

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

3.1 Bidang Sketsa

Semua benda 3D di FreeCAD berawal dari sketsa 2D. Sketsa dibuat pada sebuah bidang (XY, XZ, atau YZ). Bidang XY adalah bidang datar (seperti permukaan meja).

Bidang XYXYZSketsa digambar pada sebuah bidang (mis. XY)
Gambar 3.1 — Sketsa dibuat pada sebuah bidang (mis. bidang XY)

3.2 Geometri dan Constraint

Kekuatan CAD ada pada constraint (pengekang). Setelah menggambar bentuk dasar, kita menguncinya agar ukuran benar-benar pasti — bukan kira-kira. Ada dua jenis: constraint geometris (horizontal, vertikal, sejajar, tegak lurus, sama panjang) dan constraint dimensi (panjang, jarak, sudut, radius).

Sketsa yang semua titiknya sudah tidak bisa bergerak disebut terkunci penuh dan biasanya berubah warna hijau. Inilah tanda sketsa yang presisi.

8055ร˜26HIJAU = terkunci penuh (fully constrained)
Gambar 3.2 — Sketsa terkunci penuh (hijau) dengan dimensi lengkap
  1. Pilih Workbench SketcherCreate sketch → pilih bidang XY.
  2. Gambar geometri dasar: garis, lingkaran, atau busur.
  3. Beri constraint geometris (mis. horizontal/vertikal) lalu constraint dimensi (ukuran).
  4. Targetkan sketsa menjadi hijau (fully constrained). Bila masih putih, masih ada ukuran yang belum dikunci.
โœ๏ธ Latihan
  1. Buat sketsa persegi panjang 80 × 55 mm dan kunci penuh.
  2. Tambahkan lingkaran ร˜26 mm di tengah, lalu kunci posisinya.
  3. Catat: constraint apa saja yang kamu pakai hingga sketsa berwarna hijau?
๐Ÿง  Refleksi (Pembelajaran Mendalam)

Tuliskan jawabanmu di buku catatan โ€” sadari (mindful) apa yang kamu pelajari, kaitkan dengan pekerjaan nyata (meaningful).

BAB 4Proyeksi Ortografik (Sudut Pertama / Eropa)

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

4.1 Apa itu Proyeksi Ortografik

Benda 3D digambarkan di bidang datar melalui beberapa pandangan tegak lurus: tampak depan, tampak atas, dan tampak samping. Cara menyusun pandangan ini ditentukan oleh sistem proyeksi.

4.2 Eropa vs Amerika

Indonesia (dan kebanyakan dunia) memakai proyeksi sudut pertama (Eropa): tampak atas diletakkan di bawah tampak depan, dan tampak samping kiri diletakkan di kanan. Setiap gambar kerja mencantumkan lambang proyeksi pada etiket.

Eropa (Sudut Pertama) โœ“Amerika (Sudut Ketiga)Indonesia/SMK memakai proyeksi Eropa
Gambar 4.1 — Lambang proyeksi Eropa (dipakai) dan Amerika

4.3 Contoh Penyusunan Pandangan

Perhatikan poros bertingkat berikut. Tampak depan menunjukkan profil bertingkat; tampak samping menunjukkan lingkaran-lingkaran (diameter); tampak atas di bawah tampak depan.

130ร˜20ร˜44Tampak depan + ukuran (skala 1:1, satuan mm)
Gambar 4.2 — Tampak depan poros bertingkat beserta ukuran utama
  1. Tentukan tampak depan yang paling mewakili bentuk benda.
  2. Susun tampak atas di bawah dan tampak samping di kanan (aturan Eropa).
  3. Jaga agar pandangan saling lurus (sejajar) satu sama lain.
โœ๏ธ Latihan
  1. Gambarlah 3 pandangan (Eropa) sebuah balok berlubang sederhana.
  2. Tunjukkan letak lambang proyeksi Eropa pada etiket.
  3. Mengapa tampak samping poros berupa lingkaran?
๐Ÿง  Refleksi (Pembelajaran Mendalam)

Tuliskan jawabanmu di buku catatan โ€” sadari (mindful) apa yang kamu pelajari, kaitkan dengan pekerjaan nyata (meaningful).

BAB 5Ukuran & Toleransi

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

5.1 Aturan Pemberian Ukuran

Ukuran membuat gambar dapat dikerjakan. Aturannya: garis ukur dan garis bantu tipis, angka ditulis di atas garis ukur, satuan mm (tidak perlu ditulis), diameter diberi tanda Ø, dan setiap ukuran cukup ditulis sekali.

10040ร˜36Garis ukur tipis, angka di atas garis, satuan mm (tak ditulis)
Gambar 5.1 — Aturan dasar pemberian ukuran

5.2 Toleransi dan Suaian

Toleransi adalah batas penyimpangan ukuran yang masih diperbolehkan, karena tidak ada benda yang bisa dibuat persis sempurna. Bila dua komponen harus dipasangkan (mis. poros dan lubang), dipakai sistem suaian (fit).

Tabel 5.1 — Tiga jenis suaian dan penggunaannya
Jenis suaianSifatContoh penggunaan
Suaian longgar (clearance)Selalu ada celahPoros berputar bebas dalam bantalan
Suaian pas (transition)Bisa sedikit longgar/sesakPasak, pen penepat
Suaian sesak (interference)Selalu sesak/ditekanBantalan ditekan ke rumahnya

5.3 Tanda Pengerjaan

Tanda kekasaran permukaan (mis. nilai Ra) menunjukkan tingkat kehalusan yang diminta dari hasil pengerjaan, dan menentukan proses yang dipakai (bubut kasar, bubut halus, gerinda).

  1. Di TechDraw, pilih pandangan lalu gunakan perintah Dimension untuk memberi ukuran.
  2. Beri ukuran terpenting lebih dulu (panjang total, diameter utama).
  3. Tambahkan toleransi/suaian bila komponen harus berpasangan.
โœ๏ธ Latihan
  1. Beri ukuran lengkap pada poros bertingkat (Gambar 4.2).
  2. Jelaskan beda suaian longgar dan sesak dengan contoh nyata.
  3. Mengapa angka satuan mm tidak perlu ditulis di tiap ukuran?
๐Ÿง  Refleksi (Pembelajaran Mendalam)

Tuliskan jawabanmu di buku catatan โ€” sadari (mindful) apa yang kamu pelajari, kaitkan dengan pekerjaan nyata (meaningful).

BAB 6Pemodelan 3D dengan Part Design

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

6.1 Dari 2D ke 3D

Setelah sketsa 2D terkunci, ia dapat dibentuk menjadi 3D. Tiga operasi dasar: Pad (menarik sketsa menjadi tebal), Pocket (membuat lubang/kantong), dan Revolution (memutar sketsa terhadap sumbu — cocok untuk benda putar seperti poros).

Pad (tarik)Pocket (lubang)Revolution (putar)
Gambar 6.1 — Operasi dasar pembentukan 3D: Pad, Pocket, Revolution

6.2 Penghalusan: Fillet & Chamfer

Fillet membuat sudut membulat, Chamfer membuat sudut serong (pinggul). Keduanya penting untuk keamanan (menghilangkan sudut tajam) dan kemudahan perakitan.

6.3 Contoh: Poros Bertingkat

Poros bertingkat (model 3D) โ€” ร˜20, ร˜30, ร˜44
Gambar 6.2 — Model 3D poros bertingkat hasil Revolution
  1. Pilih Workbench Part Design → buat BodyCreate Sketch.
  2. Gambar setengah profil poros, lalu gunakan Revolution terhadap sumbu.
  3. Tambahkan Chamfer pada ujung poros agar mudah dipasang.
  4. Karena parametrik: ubah satu ukuran sketsa, model 3D otomatis menyesuaikan.
โœ๏ธ Latihan
  1. Buat model 3D poros bertingkat (ร˜20-ร˜30-ร˜44) dengan Revolution.
  2. Tambahkan chamfer 1×45° pada kedua ujung.
  3. Ubah panjang salah satu tingkat, amati model berubah otomatis.
๐Ÿง  Refleksi (Pembelajaran Mendalam)

Tuliskan jawabanmu di buku catatan โ€” sadari (mindful) apa yang kamu pelajari, kaitkan dengan pekerjaan nyata (meaningful).

BAB 7Gambar Kerja dengan TechDraw

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

7.1 Dari Model 3D ke Gambar Kerja

Workbench TechDraw mengubah model 3D menjadi gambar kerja 2D berstandar. Pandangan (depan/atas/samping) dibuat otomatis dari model, lalu kita tinggal memberi ukuran dan mengisi etiket.

POROS BERTINGKAT SMK TEKNIK PEMESINAN (nama sekolah) Digambar (nama siswa) Diperiksa (guru) Dilihat (ketua jurusan) POROS BERTINGKAT Judul Gambar Skala 1:1 Satuan mm Tanggal โ€” No. 01 A4 Proyeksi
Gambar 7.1 — Lembar gambar kerja A4 lengkap dengan etiket dan ukuran
  1. Buka TechDraw → Insert Default Page (atau Page using Template A4).
  2. Pilih model lalu Insert View untuk menampilkan pandangan depan.
  3. Tambahkan pandangan lain (atas/samping) — tata letak proyeksi Eropa otomatis.
  4. Beri ukuran, isi etiket, lalu Export Page as PDF.
โœ๏ธ Latihan
  1. Buat lembar kerja A4 dari model poros bertingkatmu.
  2. Lengkapi etiket dan minimal 4 ukuran utama.
  3. Ekspor ke PDF dan periksa kerapian garis.
๐Ÿง  Refleksi (Pembelajaran Mendalam)

Tuliskan jawabanmu di buku catatan โ€” sadari (mindful) apa yang kamu pelajari, kaitkan dengan pekerjaan nyata (meaningful).

BAB 8Studi Kasus Komponen Pemesinan

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

8.1 Poros Bertingkat (Pekerjaan Bubut)

Poros bertingkat adalah benda khas pekerjaan bubut. Tampak depan memuat profil bertingkat dan seluruh ukuran; tampak samping berupa lingkaran diameter.

130ร˜20ร˜44Tampak depan + ukuran (skala 1:1, satuan mm)
Gambar 8.1 — Gambar kerja poros bertingkat (tampak depan + ukuran)

8.2 Latihan Komponen Lain

Terapkan langkah yang sama untuk komponen berikut: baut & mur (kepala segi enam + batang), pelat berlubang (pekerjaan frais/bor), serta flens. Untuk tiap komponen: buat sketsa → model 3D → gambar kerja TechDraw → etiket → PDF.

Tabel 8.1 — Komponen latihan dan operasi pemodelannya
KomponenProses utamaOperasi FreeCAD
Poros bertingkatBubutSketsa + Revolution
Baut kepala segi enamBubut + fraisPad (segi enam) + Revolution (batang)
Pelat berlubangFrais / borPad + Pocket
FlensBubut + borRevolution + Pocket (lubang baut)
โœ๏ธ Latihan
  1. Pilih satu komponen (selain poros), buat gambar kerjanya secara lengkap.
  2. Sertakan minimal dua pandangan dan etiket terisi penuh.
  3. Tukar gambar dengan temanmu dan saling memeriksa (kolaborasi).
๐Ÿง  Refleksi (Pembelajaran Mendalam)

Tuliskan jawabanmu di buku catatan โ€” sadari (mindful) apa yang kamu pelajari, kaitkan dengan pekerjaan nyata (meaningful).

BAB 9AR Ukuran Asli & Proyek Akhir

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

9.1 Melihat Benda dalam Ukuran Asli (AR)

Sebelum benda benar-benar dibubut atau dibuat, kita dapat melihatnya dalam Augmented Reality (AR) seukuran aslinya melalui HP. Benda berukuran 1000 mm akan tampil tepat 1 meter di kamera — tidak melar dan tidak menyusut. Ini membantu memverifikasi bentuk dan ukuran lebih dini.

๐Ÿ–ฅ๏ธDesain (mm)๐Ÿ“คExport .glb๐Ÿ“ฑBuka di HP๐Ÿ“AR 1:1 asli1000 mm di desain = 1000 mm (1 m) di kamera AR
Gambar 9.1 — Alur menampilkan benda dalam AR ukuran asli
  1. Selesaikan model 3D di FreeCAD (satuan mm).
  2. Jalankan macro Export ke AR untuk menghasilkan berkas .glb (skala asli).
  3. Unggah ke website, lalu buka Galeri dari HP dan ketuk AR (ukuran asli).
  4. Amati benda 1:1 di ruanganmu sebelum dikerjakan di mesin.

9.2 Proyek Akhir Terpadu

Rancang sebuah komponen pilihanmu secara lengkap: sketsa 2D → model 3D → gambar kerja (TechDraw + etiket) → tampilkan di AR. Proyek ini menyatukan seluruh isi buku dan menumbuhkan dimensi kreativitas, kemandirian, dan penalaran kritis pada Profil Lulusan.

โœ๏ธ Latihan
  1. Tentukan komponen proyek akhirmu dan buat rancangan lengkapnya.
  2. Tampilkan hasilnya di AR ukuran asli dan tunjukkan ke gurumu.
  3. Buat presentasi singkat: mengapa kamu memilih komponen itu (komunikasi).
๐Ÿง  Refleksi (Pembelajaran Mendalam)

Tuliskan jawabanmu di buku catatan โ€” sadari (mindful) apa yang kamu pelajari, kaitkan dengan pekerjaan nyata (meaningful).

Daftar Pustaka

Sato, G. T., & Hartanto, N. S. (1999). Menggambar Mesin menurut Standar ISO. Jakarta: Pradnya Paramita.

Tim FreeCAD. (2025). FreeCAD Documentation. https://wiki.freecad.org

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Profil Lulusan. Jakarta.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Capaian Pembelajaran SMK Teknik Pemesinan.

โ†‘